Skip navigation

Ramai yang menjadi hakim

Tatkala melihat sesuatu

Tatkala mendengar sesuatu

Lalu akal mentafsir

Maka keputusan itu terkadang dah mutlak baginya

Aduhai insan

Berapa ramai manusia yang tertipu dek akalnya

Lebih kronik lagi jika nafsu menjadi temannya berfikir

Apa yang dipandang itulah kebenaran

Apa yang dilihat itulah kenyataan

Padahal kebenaran itu tak selamanya ada pada yang dipandang

Dan tak selamanya berdampingan dengan yang didengar

Tanda aras nya pada orang terlalu tinggi

Tapi tidak pada dirinya

Pada dia semua boleh

Pada orang lain ada saja ulasannya

“Sepatutnya dia begini dan begitu”

Padahal terkadang dia melakukan hal yang sama

Dia lupa pada diri sendiri

Dek kerana sibuk dengan orang lain

Kalau seorang bingkas bangun seusai solat

Cepat saja dia mengkritik

Kononnya “dah rasa diri cukup baik kot”

Kalau orang lain mengumpat

Cepat saja dia hamburkan sumpah seranah

bahkan siap dengan balasan azabnya sekali

Tapi dia pun sering juga mengumpat

Bahkan kadang-kadang umpatannya tak habis-habis daripada dulu sampai sekarang

Orang yang diumpatnya tu pun dah berubah

Sedangkan dia masih tak berubah   

Kalau orang tu rajin beribadat cepat saja dia katakan “dia tu wali”

 Walaupun kadang-kadang ibadatnya penuh dengan bid’ah dan khurafat

Sebaliknya kalau orang tu tak rajin beribadat pada penglihatannya

Dia akan katakan begini

“kasihan… ilmunya tak membantunya untuk rajin beribadat”

Sekali lagi dia keliru dalam memandang

Sindrom merasa diri suci

terkena pada semua orang

ditambah lagi dengan aksesori diri yakni ujub dan riyak

sifat ini dah seperti saudara kembar

tak cukup dengan itu

bersangka buruk lagi

Mari kita renungkan firman Allah dalam surah al-’Alaq

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

Kerana dia melihat dirinya serba cukup” 

Marilah kita memelihara diri daripada menjadi dia@nya

Jadilah diri sendiri yang hanya tunduk pada panduan Nabi

Tak protes pada perintah Allah biarpun susah untuk diikuti

 Bukan menuntut ganjaran di akhirat nanti

Cukuplah sekadar

Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi

Advertisement

One Comment

  1. berita faham.. :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.